belajar naik sepeda

Keceriaan Bersama Sepeda di Masa Kecil

sepeda masa kecil
hipwee.com

Sudah banyak dari teman-temanku di TK (Taman Kanan-kanan) Nol Besar yang sudah mempunyai sepeda dan bisa mengendarainya, jadi ketika berangkat sekolah ia pergi dengan sepedanya. Jarak rata-rata rumahku dan teman-teman menuju sekolah lumayan jauh, sekitar 1 KM.

Jika teman-teman ke sekolah dengan sepedanya, saya kesekolah di antarkan oleh ibu saya, kami berangkat setelah ibu selesai memasak, sekitar pukul 7.00, karena ibu saya mulai memasak setelah sholat subuh.

Terkadang ketika melihat teman bermain sepeda, ingin sekali bisa ikut mengendarai sepeda, tapi mau bagaimana lagi saya tidak punya sepeda. Selalang beberapa hari saya minta kepada orangtua ku untuk memebelikan sepeda, mereka mengsanggupinya namun menunggu aku masuk Sekolah Dasar terlebih dulu.

Sembari Menunggu Sepeda yang Dinantikan

menunggu sepeda
dreamindonesia.me

Saya mangguk-mangguk saja ketika mereka bilang seperti itu, sembari menunggu waktu berjalan, saya belajar naik sepeda menggunakan sepeda ibu saya, dulu sebutan sepeda itu Jengki, sepeda Jengki. Kalau sekarang tidak tahu namanya apa, atau mungkin setiap daerah mempunyai sebutan berbeda.

Jadi saya belajar menggunakan sepeda jengki, saya tidak menaikinya, hanya sebatas membawanya, menuntuk kesana kemari, terkadang juga sampai terjatuh karena ukuran sepeda yang lebih besar di banding dengan tubuh saya, terkadang membuat kehilangan keseimbangan.

Sepeda yang Diimpikan

sepda baru
bicycledesign.net

Karena sering sekali sepeda merk United tayang di iklan televisi, maka sepeda itulah yang menjadi keingingan saya, jadi saya meminta kepada bapak untuk membelikan sepeda United tersebut.

Setelah saya lulus dari TK nol besar, saat waktu liburan menuju kelas 1 Sekolah Dasar, saat itu pula bapak saya akan membelikan sepeda, sebelum beliau berangkat membeli, saya mengingatkan kembali untuk membeli merk United. Toko sepada yang akan di tuju jaraknya jauh dengan desa saya, sekitar 60 km, sehingga memakan waktu sekitar 2 jam.

Setelah waktu menunjukan siang, bapak saya tak kunjung datanag, saya sudah tidak sabar menunggu, jadi saya putuskan untuk tidur. Sore hari saya bangun di temani derasnya hujan, dan ternyata sepeda yang sangat saya tunggu-tunggu sudah ada di dalam rumah.

Sangat senang sekali ketika yang sudah di nantikan datang. Sepedanya bagus, berwarna merah dan hitam, tapi ternyata merk sepeda tersebut bukan yang aku inginkan, sedikit kecewa tapi terobati dari bentuk sepeda yang cocok dengan saya.

Mencoba Sepeda Baru

belajar naik sepeda
icebike.org

Karena sore itu hujan, jadi saya akan mencobanya untuk keesokan harinya, sudah tidak sabar rasanya, sehingga sewaktu malam tak lepas pandangan ku untuk melihat setiap sudut sepeda. Karena memang sepeda pada waktu saya kecil sangat di anggap barang yang mewah, setiap anak pasti menginginkan sepeda.

Jadi wajar saja waktu itu saya tidak bisa tidur karena keesokan harinya ingin mencoba menjajalnya yang pertama kalinya.

Pagi pun tiba, saya meminta tolong kepada kakak saya untuk membantuku belajar naik sepeda, ia pun bersedia dan inilah waktu yang di tunggu-tunggu untuk berinteraksi dengan sepeda baru.

Tak seperti yang ku bayangkan ternyata sangat sulit sekali untuk bisa bersepeda, untuk menggoesnya saja susah dan juga berat.

Jatuh dan Bangkit

jatuh dari sepeda
cyberspaceandtime.com

Tak menyerah sampai di situ, bahkan saya sering jatuh hingga lutut saya berdarah, tak jarang wajah saya juga berdarah karena jatuh. Tapi saya tetap semangat, walaupun sering jatuh namun jatuhnya itu tidak sakit, yang ada hanya ingin mencoba dan terus mencoba sampai bisa.

Akhirnya Bisa

bisa naik sepeda
andihatta.wordpress.com

Setelah mengalami jatuh bekali-kali, dan juga sepeda yang sudah tak semulus saat pertama berjumpa, akhirnya saya bisa menaiki sepeda. Walaupun belum lancar dan terkadang mesih suka jatuh juga, tapi yang penting saya berani untuk mencobanya.

Nanti kalau terbiasa lama-lama juga bisa. Setelah membiasakan diri untuk terjatuh, saya akhirnya tahu tekniknya, dan saya pun sudah lancar untuk bersepada, saya juga sudah berani bermain dengan sepeda sendirian. Bahkan saya juga ikut balap sepeda dengan teman-teman di halaman rumahnya.

Sungguh masa yang menyenangkan dengan kecerian yang tumbuh dari alam, bukan dari digital.

Sepeda Dijual

sepeda dijual
tokosepedanusantara.com

Sepeda yang telah menemani keceriaan saya di masa kecil, akhirnya harus di jual, karena memang ada orang yang membutuhkannya dan ingin membelinya. Jadi mau bagaimana lagi, walaupun sudah tidak pakai tapi sebenarnya tidak ingin saya jual.

Sepeda itu terjual ketika saya duduk di kelas 3 smk dan sampai saat ini sepeda itu masih di pakai oleh orang yang membelinya. Jadi bisa di hitung usia sepeda itu sekitar 14 tahun tanpa sekalipun patah.

Sungguh luar biasa mengingat pemakaian yang sering aku pakai untuk balap sepada. Ternyata pilihan bapak saya sangat tepat, sepedanya bertahan sampai sekarang. Sedang sepeda milik teman-temanku sudah tak berbentuk lagi.

 

Leave a Comment